Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Bila Ibu Boleh Memilih



Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…


*dikutip dari blognya desta double D

Sabtu, 28 Desember 2013

Bukan terkadang, tapi sering



Kau tau apa yang kupikirkan setiap malam??
Kau...
Setiap langkahku ada kamu
Setiap helaan nafasku juga ada kamu
Apakah aku cinta kamu??
Apakah aku juga merindukanmu??
Aku berharap tidak
Jika ya, mungkin aku tak bisa bernafas lega lagi

Kau selalu ada dalam setiap udara yang ku hirup
Membuatku kadang gila
Bukan terkadang, mungkin sering

Kamu tak nampak seperti manusia
Mungkin lebih mirip hantu
Apakah aku takut???
Terkadang ya, mungkin sering

Menghantui setiap malamku yang gelap
Seakan aku dipaksa untuk terus mengingatmu
Aku jelas membenci
Namun kamu tidak juga pergi

Aku tau,
Semua ini karena aku
Aku yang membiarkan kamu tetap diam
Aku yang membiarkan kamu tidak segera menjauh
Aku bingung
Apakah aku benci?
Atau, apakah aku cinta??

Kalau kamu lihat hatiku lebih dalam kamu akan tau
Kamu akan tau apa yang aku inginkan sesungguhnya
Apakah kamu lihat?
Ya, aku ingin kamu pergi
Pergi selamanya dari hidupku
Aku membencimu
Tapi aku tak mampu membiarkan kamu pergi dari hidupku dengan cepat
bukankah aku bodoh?
ya, aku bodoh
membiarkan kamu terlalu lama diam dalam hidupku 



**untuk kamu yang ingin segera ku usir dalam hidupku

Rinduku kini lelah



Aku merindu
Tapi entah, kepada siapa rindu ini berlabuh
Rinduku tak berujung
Aku rindu untuk mencinta
Atau,
Aku rindu untuk di cinta

lelah
Ya, hatiku terlalu lelah tuk berjalan
Terseok terbawa angin
Hatiku kini tak bertulang
Hatiku lelah tuk mencari
Mencari seonggok hati tuk dicarii

Kini aku terdiam
Menunggu
Entah siapa yang menunggu
Berharap kamu mencari
Atau, aku harus tetap mencari rindu dengan hati yang kini lelah???

Lapar



Bolehkah aku mencicipi sedikit kebahagiaan??
Sedikit saja...
Biarkan aku mencicipinya meskipun setetes
Aku lapar
Bukan, bukan akan makanan
Aku lapar kebahagiaan



Jumat, 08 Maret 2013

Puisi Persahabatan

Persahabatan Itu Kita . . .

Persahabatan itu tak seperti lilin
Yang ketika terkena panas langsung meleleh
Persahabatan juga tak seperti besi
Yang ketika terkena air hujan langsung berkarat
Persahabatan itu hanya seperti plastik
Yang walaupun di kubur seratus tahun tak pernah dapat teruraikan

Persahabatan itu usah seperti dua garis yang tak sejajar
Yang harus memiliki titik potong
Persahabatan juga tak harus seperti integral
Yang selalu memiliki turunan
Persahabatan juga tak seperti grup abelian yang memiliki banyak syarat
Namun persahabatan itu hanya seperti kurva sinus
Walaupun selalu bergelombang namun tak pernah putus

Persahabatan itu tak harus seindah sinar matahari
Persahabatan juga tak harus seindah bulan purnama
Namun persahabatan itu cukup seperti hujan gerimis dimusim kemarau
kecil namun menyejukkan

Persahabatan itu tak perlu indah tuk dilihat
Persahabatan itu tak perlu merdu tuk didengar
Namun persahabatan itu perlu kenyamanan tuk dirasakan

Persahabatan itu bukan kamu
Persahabatan itu bukan juga mereka
Namun, persahabatan itu kita . . .